Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Belakangan ini demonstrasi sudah bisa dikatakan
sangat lumrah di negara kita. Banyak orang mengatakan bahwa “demonstrasi”
adalah bagian dari amar makruf nahi munkar, sehingga seolah-olah menjadi hal
yang harus dilakukan. Namun kita harus melihat dari kacamata syar’i apakah
benar demonstrasi yang dinamakan oleh pemujanya sebagai metode amar ma’ruf nahi
munkar merupakan manhaj (cara beragama) Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa
sallam dan para sahabatnya, ataukah sesuatu yang harus diluruskan? Dan
ketahuilah, tidaklah nama yang indah itu akan merubah hakikat sesuatu yang
buruk, walau dibumbui dengan label Islami.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
ِضْوَحْلا ىَلَع ْيِنْوَقْلَت ىَّتَح اْوُرِبْصاَف
ًةَرَثَأ ْيِدْعَب َنْوَقْلَتَس ْمُكَّنِإ
“Sesungguhnya kalian nanti akan menemui atsarah
(yaitu : pemerintah yang tidak memenuhi hak rakyat ). Maka bersabarlah hingga
kalian menemuiku di haudl” [HR. Al-Bukhari no. 7057 dan Muslim no. 1845]
Metode Nabi Dalam Ber-Amar Ma’ruf
Simaklah baik-baik sabda Rasulullah shallollahu
‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang hendak menasihati pemerintah dengan suatu
perkara maka janganlah ia tampakkan di khalayak ramai. Akan tetapi hendaklah ia
mengambil tangan penguasa dengan empat mata. Jika ia menerima maka itu (yang
diinginkan) dan kalau tidak, maka sungguh ia telah menyampaikan nasihat
kepadanya. Dosa bagi dia dan pahala baginya (orang yang menasihati)” (Shahih,
riwayat Ahmad, Al Haitsami dan Ibnu Abi Ashim) Saudaraku, apakah seseorang
dapat menerima saranmu dengan baik jika engkau jelek-jelekkan serta kau umbar
aibnya di depan umum? Bagaimana jika kejengkelan hatinya telah mendahului
nasihatmu?
Ini dia gan, khurofat dari demo
1.
Hampir di setiap gerakan massa diwarnai
dengan hadirnya kaum wanita di jalan-jalan.
Hal ini jelas bertentangan dengan syariat
islam, karena Allah melarang wanita untuk keluar dari rumahnya kecuali dengan
alasan yang syar’i. Selain itu, hal ini akan menimbulkan ikhtilath (campur
baur) antara pria dan wanita yang bukan mahramnya secara terang-terangan! Maka
cukuplah sabda Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini bagi
mereka. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, Rasulullah bersabda, “Tinggalkanlah olehmu
bercampur baur dengan kaum wanita!” (HR. Bukhari).
2. Demonstrasi adalah produk barat yang jelas-jelas menganut sistem
kuffar. Maka tidak pantas bagi seorang muslim untuk memasang label ‘islami’
karena memang Islam tidak mengajarkan cara seperti ini. Atau bahkan meyakininya
sebagai metode dakwah yang islami. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa meniru
suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud).
3. Jatuh Dalam Riba yang Paling Mengerikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda, “Sesungguhnya riba yang paling mengerikan adalah
mencemarkan kehormatan seorang muslim tanpa alasan” (Shahih, riwayat Abu Dawud
dan Ahmad). Kehormatan seorang muslim adalah haram, sedangkan dalam demonstrasi
ini tidak jarang akan engkau temukan berbagai macam pelecehan kehormatan
seorang muslim dengan mencelanya.
Selain itu, banyak pula kerugian lainnya, seperti
: 1. kalau demo itu anarkis akan jatuh korban jiwa maupun materi, kemacetan
karena jalan penuh, kerjaan aparat nambah banyak, buang" uang tapi belum
tentu aspirasi diterima pemerintah 2. kalaupun gak anarkis, jujur ane tetep
kesel sama
sesungguhnya Islam tidak akan menang dengan cara
yang menyelisihi syariat, namun Islam akan menang dengan cara yang benar yang
dibangun di atas aqidah yang benar, dan jalan yang telah ditunjukkan Nabi
Muhammad. Maka sesungguhnya kebahagiaan dan keselamatan adalah dengan mengikuti
Rasul, bukan dengan menyelisihi beliau.
Ini untuk saudaraku di Indonesia
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata :
هحالصإو ،هرشعفدو ،هاذأفشك يف– يلاعت – هللا يلإ
عرضتي لب ،علخي الو ،هيلع جرخي الو ،ةعاطلا نم هقح يطعيف ،ًافوسع ًاملاظ يلوتملا
ناك نإوةعاطلاوعمسلا ىلع
ثحلا هيف
“Di dalam (hadits) ini terdapat anjuran untuk
mendengar dan taat kepada penguasa, walaupun ia seorang yang dhalim dan
sewenang-wenang. Maka berikan haknya (sebagai pemimpin) yaitu berupa ketaatan,
tidak keluar ketaatan darinya, dan tidak menggulingkannya. Bahkan (perbuatan
yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim adalah) dengan sungguh-sungguh lebih
mendekatkan diri kepada Allah ta’ala supaya Dia menyingkirkan gangguan/siksaan
darinya, menolak kejahatannya, dan agar Allah memperbaikinya (kembali taat
kepada Allah meninggalkan kedhalimannya)” [Syarh Shahih Muslim lin-Nawawi,
12/232]
Dari ‘Alqamah bin Wail Al-Hadlrami dari ayahnya
ia berkata : Salamah bin Yazid Al-Ju’fiy pernah bertanya kepada Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Nabiyullah, bagaimana pendapatmu jika
kami punya pemimpin yang menuntut pemenuhan atas hak mereka dan menahan (tidak
menunaikan) hak kami. Apa yang engkau perintahkan kepada kami ?”. Maka
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berpaling darinya, dan Salamah
kembali mengulangi pertanyaannya. Dan hal itu berulang hingga dua atau tiga
kali. Kemudian Al-Asy’ats bin Qais menariknya (Salamah). Dan akhirnya beliau
menjawab : “(Hendaklah kalian) mendengar dan taat kepada mereka. Karena
hanyalah atas mereka apa yang mereka perbuat dan atas kalian apa yang kalian
perbuat” [HR. Muslim no. 1846].
عِطَأَو ْعَمْساَف َكُلاَم َذِخُأَو ،َكُرْهَظ
َبِرُض ْنِإَو ،ِريِمَأْلِل ُعيِطُتَو ُعَمْسَت :َلاَق ،؟َكِلَذ ُتْكَرْدَأ ْنِإ
،ِهَّللا َلوُسَر اَي ُعَنْصَأ َفْيَك :ُتْلُق :َلاَق ،ٍسْنِإ ِناَمْثُج يِف
ِنيِطاَيَّشلا ُبوُلُق ْمُهُبوُلُق ٌلاَجِر ْمِهيِف ُموُقَيَسَو ،يِتَّنُسِب
َنوُّنَتْسَي اَلَو ،َياَدُهِب َنوُدَتْهَي اَل ٌةَّمِئَأ يِدْعَب ُنوُكَي
“Akan ada sepeninggalku nanti para pemimpin yang
tidak mengambil petunjukku, dan tidak mengambil sunnah dengan sunnahku. Akan
muncul pula di tengah-tengah kalian orang-orang yang hatinya adalah hati
syaithan dalam wujud manusia”. Aku (Hudzaifah) bertanya : “Apa yang harus aku
lakukan jika aku mendapatkannya?”. Beliau menjawab : “(Hendaknya) kalian
mendengar dan taat kepada amir, meskipun ia memukul punggungmu dan merampas
hartamu, tetaplah mendengar dan taat” [HR. Muslim no. 1847]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar